Membantai Bhinneka.com - Ulasan Toko e-Commerce dan Saran-Saran
Sudahkan saya mendapatkan perhatian Anda?
Sebelum ada yang protes, saya luruskan terlebih dahulu. Tidak ada pertumpahan darah di sini Kesemuanya adalah saran dan kritik yang membangun. Sebagaimana seorang blogger yang menorehkan pikirannya tanpa batasan, kata “bantai” bukannya sangat berlebihan.
Seperti kata orang, setajam-tajamnya pisau, masih lebih tajam ujung pena. (Di jaman modern ini, keyboard adalah padanan untuk pena, setuju kan?) Semoga saja Bhinneka.com dapat mendapatkan beberapa ide untuk diimplementasikan dan dicoba.
Hari ini dalam Kontes Berpikir Kritis 2009 Ivan mengungkit sebuah topik yang dekat dengan pekerjaan saya sebagai netrepreneur, yaitu optimasi situs toko online. Situs yang dipergunakan adalah Bhinneka.com.

Bhinneka adalah sponsor Kontes Berpikir Kritis 2009 dan saya salut dengan Ivan dengan kritiknya yang tidak terpengaruh oleh faktor itu. Dalam artikel ini saya akan mencoba melakukan hal yang sama.
Daripada mengulang apa yang telah disampaikan, saya hanya akan menambah atau mengemukakan pendapat saya sendiri pada poin yang saya kurang setuju. Dalam kutipan adalah bahasan Ivan yang ingin saya tanggapi.
Tanpa membuang waktu lagi, mari kita mulai.
Header - Bagian Pertama Layar
Pasti hampir semua situs tersebut menempatkan logonya di sebelah kiri atas.
Setuju. Dengan menempatkan gambar Faces of Indonesia untuk menggantikan logo, Bhinneka kehilangan kesempatan branding yang cukup signifikan. Saya juga tidak mengerti mengapa ada gambar tersebut di situ. Jikalau penting seharusnya juga didesain sedemikian rupa agar self-explanatory.

Setelah dipikir-pikir mungkin maknanya adalah keberagaman, tapi apa hubungannya dengan sebuah toko online? (Semakin bingung jadinya.)
Update: Rupanya kalau tetikus diparkir di atas topeng, maka akan keluar penjelasan dengan opsi untuk membaca lebih lanjut mengenai makna topeng tersebut. Berbagi cerita memang pemasaran yang baik, tapi tetap saja konsepnya kurang tepat untuk toko online. Lebih baik dipindahkan ke halaman about saja. Setidaknya ganti tempat dengan logo.
Above the fold adalah ruang yang sangat berharga. Dan gambar kota dengan pencakar langit tidak menambah apa-apa kecuali kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati “pemandangan Jakarta,” bukannya melihat pesan yang lebih penting atau mencari barang.
Saran saya, jika pendaftaran pemakai ingin diperbanyak. Tampilkan pesan tentang keuntungan pemakai bila mendaftar di header. Buat call to action yang kuat untuk mendorong pendaftaran.
Daripada membiarkan pengunjung menunggu sebuah halaman dimuat kalau mau masuk, apakah mungkin formuliar untuk Sign In ditempatkan pada header juga? Jika logo dipindahkan, maka formulir yang mini dapat muat di header dengan baik.
Alternatifnya, dengan AJAX dapat dibuat efek slide-down yang sangat menarik dan usable.
Navigasi dan “drop-down menu” yang lebar untuk Bhinneka sudah bagus, tapi masih dapat dikembangkan. Artikel dari Smashing Magazine dapat membantu.

Penggunaan white space, seperti kata Ivan dapat menambah kejelasan. Lihat contoh untuk foodnetwork.com. Dan perhatikan pula jeda sewaktu tetikus setelah keluar dari kotak drop-down.
Pencarian Barang
Satu yang saya perhatikan, fasilitas breadcrumb sangat membantu.
Contohnya, mencari hard drive menurut kapasitas, merk, harga, jenis, dan sambungan antar muka.
Fasilitas pencarian Bhinneka memang masih sangat sederhana. Fitur untuk melompat ke kategori, merek, harga dan sebagainya sangat bermanfaat. Tapi untuk pencarian bahkan saya tidak dapat menyortir berdasarkan harga. (Setelah dikomentari — thanks Gagah Putra Arifianto — barusan sadar ternyata opsi itu ada, cuman kok ga kelihatan ya selama meramban dan mengambil rekaman layar? Hmm.. masalah intuisi dalam desain dan kebergunaan? Bisa jadi, karena walaupun sudah 5 watt opsi ini seharusnya terlihat.)

Kalau saya tertarik dengan laptop Fujitsu, tetap dipaksa menelurusi dari satu halaman ke halaman lain, mulai dari Acer. Atau mungkin merevisi kata kunci supaya lebih relevan.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah fitur rekomendasi.
Impelemntasinya agak sulit. Tapi saya tidak ragu dengan sumberdaya Bhinneka. Mereka dapat melakukannya.
Seperti yang kita ketahui, jarang ada toko online yang menawarkan fitur rekomendasi yang sepopuler Amazon karena keakuratannya.
Mereka mencatat semua data pembelian — bahkan saya juga yakin semua produk individual yang diklik pemakai — dan berdasarkan algoritma yang sulit memberikan rekomendasi kepada pemakai lain atau untuk pembelian yang akan datang.
Read Write Web pernah menelurkan artikel yang layak dibaca mengenai mesin rekomendasi, termasuk aspek seni, ilmiah dan bisnis dari mesin tersebut.
Saya tidak tau untuk e-commerce sebesar Bhinneka, tapi untuk mini site saya dapat menawarkan barang terkait untuk di-upsell dan 20 - 30 persen calon pembeli mengambil tawaran itu. Penambahan revenue sebanyak 20 - 30 persen hanya dengan satu fitur tentu sangat layak diimplementasikan bukan?
Catatan: Bhinneka sepertinya punya fitur yang hampir mirip seperti yang saya singgung di atas. (Angkat jempol!)

Satu gangguannya, saya harus menghabiskan 10 detik hanya untuk membaca kalimat “This product goes well with” yang menggunakan huruf ukir yang sulit dibaca.
Pembeli Butuh Pendapat
…menerapkan customer review pada dasarnya sudah tepat. Mungkin dengan sedikit insentif, bisa menambah motivasi kepada pembeli untuk memberi ulasan.
Ini ada hubungannya dengan psikologi manusia. Saya bukan ahlinya tapi dari yang saya baca, jika Anda yang mengatakannya maka pelanggan tidak akan percaya. Tapi jika kata yang sama keluar dari mulut pihak ketiga, mereka akan percaya.
Dengan munculnya persaingan, semakin dibutuhkan alasan mengapa pelanggan melakukan transaksi di Bhinneka.com. Testimonial akan sangat membantu.
URL Yang Ramah Mesin Pencari
URL yang dipakai di situs Bhinneka adalah berdasarkan SKU, bukan merk atau nama barang. Dengan sedikit perubahan, bisa meningkatkan posisi pencarian di mesin pencari.
Ini poin yang saya kurang setuju.
Dengan menghindari URL yang dinamis (seperti yang dipakai dulu), maka sudah akan sangat membantu mesin pencari untuk mengindeks halaman.
Kata kunci pada URL (bukan domain) pengaruhnya minimal. Dan untuk mengganti ke kata kunci, Bhinneka perlu membuat 301 redirect (permanen) dari URL lama ke baru agar tidak kehilangan authority untuk halaman tersebut di mesin pencari.
Dengan jumlah barang yang ada, hal ini bukannya mudah. Terutama bila ingin mengoptimasi agar server tidak usah cek ke database setiap kali ingin memberitahukan pergantian URL. Teknik ini akan meringankan server secara signifikan — tergantung dari pengaturannya.
Catatan pinggir: Saya seorang evangelis opensource, jadi tidak ada komentar detil tentang platform server berbasis Windows.
Lebih baik usaha untuk mengoptimasi URL difokuskan pada desain. Umpamanya saja kode untuk layout halaman dibuat tersentralisasi dalam sebuah berkas .css, dan hindari inline CSS di dalam tag HTML.
Koding yang bersih akan mempercepat akses, pekerjaan peramban untuk menampilkan dan bagi mensin pencari untuk memilah data yang benar dengan lebih efisien dan akurat.
Lalu navigasi sebaiknya jangan menggunakan JavaScript, karena mesin pencari tidak akan dapat menjangkaunya. Halaman itu tetap ada di dalam indeks Google, tapi bukan merupakan halaman dengan level yang dekat dengan halaman muka (lebih penting). Ini mempengaruhi ranking.
Juga redirect dari domain ke halaman depan mempergunakan 302 temporary redirect, yang berarti kurang optimal.
US Dollar vs. Rupiah
Tapi anehnya, begitu masuk ke keranjang belanjaan, harga sudah langsung berubah menjadi rupiah. Mengapa tidak langsung dikonversi dari awal? Setidaknya menampilkan nilai dari kedua mata uang.
Kalkulator di panel bagian bawah Bhinneka.com telah menjadi sebuah komponen yang sangat familiar bagi kebanyakan pengunjung. Tapi saya setuju. Daripada merepotkan pengunjung, mungkin dapat dicoba apakah lebih efektif jika melakukan perhitungan langsung di dalam halaman.
Sebuah hal yang patut dicoba mengingat semakin rumit sebuah sistem e-commerce, konversi akan semakin jatuh.
Proses Checkout
Dua ruas pertama menyerupai ruas teks, tapi ternyata harus melalui sebuah prosedur (wizard) untuk memilih kota tujuan. Antarmuka ini dapat diperbaiki lagi.
Satu yang membingungkan saya adalah, apakah pelanggan diharuskan mendaftar sebagai anggota atau tidak. Tidak ada prosedur yang standar. Mungkin ini adalah pilihan yang dibuat agar pelanggan yang tidak mau menjadi anggota juga dapat berbelanja.
Saran-Saran Lainnya
Formulir pendaftaran merupakan salah satu yang paling panjang yang pernah saya lihat. Apakah tidak sebaiknya proses formulir ini diisi pada waktu akan checkout saja? Dengan memperumit pendaftaran berarti semakin sedikit anggota yang mendaftar.

Dan bila tujuannya adalah untuk menarik pengunjung untuk mendaftarkan email mereka untuk dipakai sebagai alat komunikasi dan promosi, sebaiknya persingkat formulir menjadi nama, email dan kata sandi saja.
Bhinneka mempergunakan konfigurator untuk beberapa produk dengan banyak pilihan. Untuk e-commerce, cara ini memang telah terbukti manjur. Saran saya satu-satunya untuk pemakaian konfigurator adalah memikirkan lagi halaman-halaman di mana konfigurator dapat dipergunakan dengan efektif.
Mungkin pilihan bawaan langsung menyorot item yang paling lazim, sehingga pemakai dapat dengan lebih cepat menyelesaikan pilihan mereka.
Sepatah Dua Kata Tentang Konversi
Hal yang aneh tentang konversi adalah, Anda harus melakukan percobaan unguk mengetahui secara ilmiah apakah sebuah perubahan itu positif atau sebaliknya.
Poin-poin yang saya utarakan di atas hanya best practice yang oleh kebanyakan Internet marketer telah terbukti kebenarannya. Selalu ada pengecualian juga jadi saran-saran tersebut di atas tidak dapat dipakai dengan yakin tanpa melalui percobaan.
Di artikel berikutnya, saya akan jelaskan mengenai metode-metode percobaan web site dan beberapa alat bantunya. Informasi ini bukan saja bermanfaat bagi marketer yang bersaing ketat di pay per click (segmen di mana perbedaan beberapa sen dolar untuk jangka panjang dapat berarti menang atau kalah melawan kompetitor) tapi juga untuk menaikkan angka penjualan dan keuntungan dari segala sumber traffic.

Bisa kok sortir berdasarkan harga di Bhinneka, kan ada optionnya tuh “sort by lowest price/highest price”